[Koran Nihon Keizai] Artikel wawancara perusahaan kami diliput dalam ”Selamat Datang Perusahaan Venture Jepang” (Halaman 32)


2014/02/17

Sementara pemerintah mencanangkan program "Jepang Negara Pariwisata" dengan memberikan keringanan visa, perusahaan venture dengan mobilitasnya yang tinggi telah mengembangkan bisnisnya dalam sektor pariwisata inbound.

Perusahaan venture IT, FREEPLUS, memasuki dunia bisnis pariwisata pada tahun 2010 dan mengembangkan bisnisnya sebagai land operator yang mengorganisir tur ke Jepang dari agen-agen wisata di luar negeri. CEO mereka pergi langsung ke 14 negara di Asia termasuk Cina, Thailand, Myanmar dan lainnya untuk membentuk relasi dan sekarang network dengan sekitar 800 agen wisata telah menjadi kekuatan mereka. Pada tahun 2013, jumlah penerimaan wisatawan asing telah meningkat sebanyak 4 kali lipat, sekitar 22,000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Rahasia Suda Kentaro dalam meningkatkan jumlah pengunjung dengan kecepatan 10 kali lipat dibandingkan dengan agen wisata besar lainnya adalah IT know how. Dalam search engine, website perusahaan ditampilkan sebagai pilihan pertama, sistem yang memungkinkan pembuatan penawaran untuk dapat diselesaikan dalam 15 menit. Selain itu, pada April tahun ini, website yang memuat informasi mengenai objek wisata di seluruh Jepang yang diterjemahkan dalam 7 bahasa direncakan akan dirilis dan mobilitas yang tinggi untuk mempercepat perkembangan yang hanya bisa dilakukan di perusahaan venture.

Menurut JNTO (Japan National Tourism Organization, jumlah orang asing yang berkunjung ke Jepang telah mengalami peningkatan sebanyak 23% dari tahun sebelumnya menjadi 8,66 juta orang dari Januari hingga Oktober 2013. 6,62 juta orang dari mereka adalah wisatawan asing, 30% lebih banyak dari tahun sebelumnya. Walaupun agen wisata besar seperti JTB atu HIS juga aktif dalam bisnis wisata inbound dengan harga per satuannya yang rendah, banyak yang beranggapan bahwa "masih banyak kesempatan untuk perusahaan venture untuk bermain".

Chiiki Kassei Planning (Minato, Tokyo) yang merencanakan tur untuk mengunjungi lokasi film, Trippiece (Shibuya, Tokyo) yang menggunakan SNS untuk mendapatkan tamu, dan perusahaan venture lainnya dengan kekuatannya tersendiri. Banyak perusahaan venture yang telah memasuki bisnis wisata inbound Jepang yang sedang berkembang.