[Koran Nihon Keizai] Artikel wawancara SEO Suda dipublikasikan dalam ”Terobosan dari Perusahaan Venture Kansai” (Halaman 35)


2014/01/30

Semakin banyak orang berusia 20 tahunan yang mengincar perusahaan-perusahaan besar karena khawatir akan masa depan mereka.

Chiaki Oonishi (23), Priroda, memulai bisnisnya dengan menjual sayuran organik kepada restoran-restoran dari lahan budidaya yang tidak digunakan pada tahun 2010 ketika ia duduk di bangku universitas dan tertarik untuk m emproduksi sayuran dengan adanya Kyoto Protocol yang diadopsi pada tahun 1997. Ia membuka peluang bagi para pelajar yang ingin mencoba bercocok tanam dengan menunjukkan bahwa dengan bercocok tanam juga dapat menghasilkan uang karena ia ingin agar para generasi muda juga tertarik bercocok tanam.

"Gross Domestic Product Jepang akan dikalahkan oleh Cina"
Dibesarkan dan diajarkan bahwa ekonomi Jepang menduduki peringkat ke 2 di dunia,
Kentaro Suda (29) CEO FREEPLUS, terkejut setelah melihat berita ini dan memutuskan untuk pergi ke Cina setelahnya.
Ia melihat perkembangan ekonomi di Cina dan sebuah ide muncul di benaknya.
"Jika kita dapat menghubungkan perkembangan ekonomi di Asia dan sumber daya pariwisata di Jepang, Jepang dapat menjadi aktif kembali", dan mulai memasuki dunia pariwisata dengan mendirikan anak perusahaan di Cina.
Ia datang sendiri ke negara-negara di asia dan sukses membuat koneksi dengan 800 agen wisata dari 14 negara.

Dengan menerima lebih dari 20,000 wisatawan pada tahun 2014,
angka tersebut sebanding dengan HIS di yang merupakan perusahaan pioneer di bidang pariwisata.
Ia mengatakan "Banyak sumber daya pariwisata yang belum dikenal" dan ia akan mempublikasikan website pada bulan April
yang memudahkan pemerintah lokal untuk menyebarluaskan informasi mengenai objek wisata kepada agen-agen wisata di Asia.

CEO Share With, Yuji Tsujikawa (29) memulai bisnisnya dengan membuat sebuah aplikasi smart phone di mana oranr-orang dapat belajar seperti bermain game dan mengatakan "saya berharap bahwa hal ini dapat menjadi permulaan untuk membuat orang-orang keluar dari sibuknya pekerjaan mereka".